Langsung ke konten utama

Babak Baru di Hidupku yang Sudah 31 Tahun



 31 tahun angka yang cukup banyak, bagi orang sepertiku yang selalu merasa usia 25 tahun an. Nggak terasa, waktu berjalan begitu cepat. Rasanya 24 jam saat ini dengan 24 jam 7 tahun lalu jauh berbeda. Rutinitas harianku saat ini seputar bangun tidur, neneni bayik, masak buat suami dan anak, berangkat kerja, pulang, nen bayik lagi, cuci botol, makan, istirahat, beberes kamar, nen bayik, tidur. Begitu terus semenjak punya 2 bocil cowok. Dulu, waktu masih lajang, sehari rasanya luamaaaaa masyaallah. Sehari bisa malas-malasan, gegoleran, ngayal, curhat di tulisan blog/facebook, hahahihi sama teman, dll. Sekarang?? jangankan males-malesan, sekadar cek chat WhatsApp yang belum terbaca saja rasanya kayak kejar-kejaran.

Memang nggak bisa disamakan, kesibukan ketika masih single dengan pasca menikah, apalagi sudah ada anak, ya kan. Tapi rutinitas yang selalu sama tiap harinya membuat bosan, pikiran suntuk, jangankan menggali ide, mikir besok mau masak apa saja sudah bikin puyeng. 

Rasanya seneng deh bisa nulis panjang lebar di sini, tanpa takut dihakimi sama pembaca kayak di sosmed-sosmed sekarang ini. haha..

Menjadi seorang ibu dari dua anak, sekaligus seorang wanita karir tentunya hal yang ruwet jika dipikirkan tapi lumayan bisa dijalani. Meski tiap hari gedabrukan, asal partner yang diajak berumah tangga siap sedia kapanpun insyaallah bisa dijalani lika liku hidup ini. Begitupun hidupku.

Aku orang yang kadang pengen semua perfect, tapi nggak melihat sikonnya bagaimana. Akhirnya saking pengennya perfect, karena susah menjangkau akhirnya keinginan itu nggak dilakukan sama sekali. Inilah jeleknya aku.

Hidupku yang sudah 31 tahun ini belum baik-baik saja, masih terseok-seok ke sana kemari. Masih harus banyak belajar bagaimana membagi waktu dengan dua bocil gantengku biar nggak ada yang merasa iri satu sama lain serta membagi waktu antara mengerjakan yang wajib dengan sunnah untuk dikerjakan. Aku suka kelimpungan gara-gara nggak pinter manage waktu. Ini yang sering jadi bahan omel suamik. Iya, suamiku orangnya lebih disiplin dan tertata dibanding aku. 

Gak papa lah ya, namanya juga belajar berproses. Yang penting aku menyadari, di umurku yang sudah 31 mau 32 ini masih banyak kekurangannya. Harus berbenah, instrospeksi, yang sekiranya nggak penting buang jauh-jauh, yang penting harus ditingkatkan. 

Semoga nanti ketika 32 tahun sudah jauh lebih baik, nggak terseok-seok lagi, tapi bisa meluncur dengan gembiraaa...haha

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Orang Jawa Nggak Bisa Ngomong Jawa? Apa Kata Mertua!!!

Sudah bukan hal baru lagi jika anak-anak muda jaman sekarang mulai tidak banyak yang lihai memakai bahasa Jawa yang banyak jenisnya itu. Kami, lah kok kami, saya saja lah. Saya, yang dari SD belajar Bahasa Jawa sampai Aliyah, masih saja grotal - gratul (belum lancar) jika hendak berbicara dengan orang yang lebih tua, karena secara etika ketika anak muda berbicara dengan orang yang lebih tua hendaknya menggunakan Bahasa Jawa tipe "Krama Inggil". Ya, saya katakan tipe karena Krama Inggil adalah salah satu jenis pembagian dari Bahasa Jawa sebagai bentuk penghormatan kepada orang yang diajak berbicara.  Untuk teman-teman yang bukan orang Jawa mungkin bingung maksudnya bagaimana. Jadi, Bahasa Jawa memiliki beberapa bahasa yang digunakan sebagai cara komunikasi sekaligus sebagai bentuk penghormatan kepada orang yang diajak bicara. Pembagian Bahasa Jawa ada 3 macam, yaitu Boso Ngoko (biasa digunakan ketika berbicara dengan orang yang seumuran, orang tua kepada yang lebih mud...

Pengumuman yang Belum Final

Demi memenuhi 30 hari bercerita Challenge, yang digawangi oleh Mirza , saya menyempatkan untuk menulis setiap harinya. Karena tidak setiap hari aku punya inspirasi baru untuk materi menulis, jadi ya tulisannya seperti curhatan di buku diary. Lagian saya juga belum mampu menulis hal-hal kritis yang ndakik-ndakik, ribet, dan perlu daya analisa tinggi. Sebisanya saja, asal istiqomah insyaallah ini bagian dari proses menuju yang lebih baik ke depannya. Ya nggak, Mir? Hahahhaa Jadi hari ini saya akan curhat tentang sebuah pengumuman, pengumuman pemberkasan CPNS 2018 Pemprov Jatim. Alhamdulillah saya diberikan kesempatan untuk mencoba berkarir sebagai calon ASN, dan ini sebuah nikmat yang luar biasa saya dan keluarga syukuri. Dengan kemampuan yang biasa-biasa saja, saya masih merasa seperti mimpi sampai sekarang. Ini bukti kemurahan hati Allah SWT yang sudah dijelaskan dalam surat Al-Fatihah, " Bismillahirrahmanirrahim ...". Alhamdulillahnya lagi sekarang dalam proses menan...

Egoku

Menunggu kabar darimu adalah rutinitasku Mengingatkanmu adalah bentuk kepedulianku Memanggilmu mesra adalah bukti sayangku Mengiyakan nasihatmu adalah kebutuhanku Lelahmu menjadi khawatirku Istirahatmu membosankan bagiku Bicara denganmu menjadi nafas tubuhku Jam tidur begitu mengganggu pikirku Mengapa? Karena aku hanya mau kamu Karena aku membutuhkanmu Karena kamu separuh dari diriku Karena aku inginkanmu Setiap hari egoku makin menjadi Menginginkan hadirmu di sisi tanpa hitungan durasi Aktualisasi, habituasi, aku muak dengan semua ini Tapi kamu bilang, semua harus selesai demi masa depan kita nanti